Sistem Informasi Desa Kutaliman
Kuta" mempunyai arti kata "Kota" yang mengandung makna suatu tempat pemukiman atau tempat tinggal dan "Liman" dalam bahasa Jawa Kuno sama dengan "Gajah". Secara harafiah "Kutaliman" memiliki makna kata "tempat tinggal gajah" atau "tempat bermukimnya gajah", sehungga sinonim Kutaliman adalah Kota Gajah.
Menurut legenda rakyat, pada jaman dahulu seorang Pangeran dari Wilayah Kerajaan Mataram pernah bermukim di suatu lokasi bersama sekelompok binatang Gajah yang digunakan sebagai kendaraan ketika Sang Pangeran bepergian. Adapun sampai saat ini tempat tersebut masih disebut oleh masyarakat sebagai "Gupakan Gajah atau tempat mandi Gajah dan "Cancangan Gajah" tempat Gajah ditambat. Dari legenda yang diakui oleh masyarakat ini lokasi sekitar tempat tinggal Sang Pangeran bersama Gajah peliharaannya, yang kemudian hari berkembang menjadi perkampungan atau desa dan diberi nama "Kutaliman".
Desa Kutaliman memiliki banyak lokasi yang menorehkan cerita dan legenda yang dapat dirangkai menjadi sebuah catatan sejarah desa sehingga lebih memiliki makna dalam kehidupan masyarakat dan Desa Kutaliman. Berbagai lokasi yang dikenal sebagai tempat yang memiliki aneka cerita yang sebagian mempunyai hubungan cerita walaupun ada juga lokasi yang tidak memiliki keterkaitan rangkaian cerita. Adapun tempat yang tercatat memiliki tanda prasasti peradaban masa lalu adalah Panembahan Dalem Santri, Pemakaman Umum Mertabaya, Pancuran Gede, Batur Ronggeng, Pandung Aguna, Saniyah, Nindang, serta Gupakan Gajah dan masih tercatat beberapa tempat yang diyakini masyarakat memiliki legenda nilai-nilai magis.
Tanda-tanda peradaban yang dimiliki oleh beberapa tempat tersebut dan didukung cerita rakyat disertai kesaksian warga yang relatif telah berusia lanjut cataan tentang tokoh penyelenggara Pemerintahan Desa, dapat dirangkum bahwa kawasan yang kemudian dinamakan Desa Kutaliman, telah dihuni oleh manusia berperadaban semenjak ratusan tahun yang lalu. Akan tetapi sampai sejauh ini belum dapat diungkap dalam bentuk catatan resmi sebagai Sejarah Desa Kutaliman yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara keilmuan maupun secara empiris. Sebagian sejarah Desa Kutaliman yang dapat dituangkankan dalam bentuk tulisan adalah sebatas Nama para Lurah dan Kepala Desa yang pernah memimpin Desa Kutaliman.